Jumat, 23 Maret 2012

Project Pop? Pernah dengar?

Bismillah.
Assalamualaikuuum


Share sedikit tentang lagu project pop. :D
Yep, ini diaaa salah satu grup vokal kaporit ane. Hampir semua lagunya ane suka!! :D


Kenapaa?


Selasa, 20 Maret 2012

Kuliah atau Kerja?

Bismillah.
Assalamualaikuum!

Ehm. Biasanya nih, waktu-waktu seperti ini sebagian besar pelajar terutama kelas 3 SMA atau yang sekarang disebut kelas XII SMA masih dirundung rasa dag-dig-dug serrrr... Hehee
Karena sebentar lagi ujian nasional datang. Weew

Tapi, yang biasanya membuat gulai galau teman-teman sih, selain ujian nasional, teman-teman juga galau gara-gara masih bingung.

Waduh? Bingung kenapa tuh?

Yep, bingung  tentang masa depan (ceileeeh.. :p). Biasanya nih, di dengkul benak teman-teman muncul pertanyaan seperti ini :

"Duh, aku mau ngelanjutin kuliah nggak yah?"
"Hah, daripada aku pusing-pusing mikirin biaya kuliah, mending aku kerja aja yah. Tapi kerja dimana?"
"Eh, mendingan aku kuliah di mana yah?"
"Beuuuh! Bingung mau pilih prodi apa."
"Eh, kamu udah daftar di mana? Aku pilihin PT yang bagus dong."

Dan maaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaassssssssih banyak lagi ke-gulalian-galauan yang lain. Ya kaan?
Ane juga sering gitu kok. Heheeee...

Nah!! Kali ini, ane punya tips buat temen-temen yang masih galau.

Banyak yang Mau Berubah, tapi Memilih Jalan Mundur

Man, ane punya certa nih cerita ini. Cerita ini ane ambil dari note grup Mimbar Dakwah Islam di facebook. Memang sih, kelihatanya puanjaaaang sekali. Tapi menarik kok. Dan sangat bisa memotivasi kita semua. Semoga bermanfaat yah.
 Monggo :)


S
atu hari saya jalan melintas di satu daerah. Tertidur di dalam mobil. Saat terbangun, ada tanda pom bensin sebentar lagi. Saya berpesan ke supir saya, “Nanti di depan ke kiri ya.”
“Masih banyak, Pak Ustad,” jawab sopir saya.
Saya paham. Si sopir mengira, saya ingin membeli bensin. Padahal bukan.
“Saya mau pipis,” jelas saya pada sopir.
Begitu berhenti dan keluar dari mobil, ada seorang sekuriti.
“Pak Ustadz!” panggilnya seraya melambaikan tangan dari kejauhan dan mendekati saya.
Saya menghentikan langkah. Menunggu si sekuriti.
“Pak Ustadz, alhamdulillah nih bisa ketemu Pak Ustadz. Biasanya kan hanya melihat di TV saja,” ujarnya sembari tersenyum sumringah.
Saya juga tersenyum. Insya Allah, saya tidak merasa gede rasa. “Saya ke toilet dulu ya,” kata saya meminta pengertian sang sekuriti.
“Nanti saya pengen ngobrol. Boleh Ustadz?” laki-laki itu berusaha menahan langkah saya.
“Saya buru-buru, lho. Tentang apaan sih?” jawab saya sembari menatapnya tajam.
“Saya bosen jadi satpam Pak Ustad.”
Sejurus kemudian saya sadar. Ini pasti Allah pasti yang memberhentikan langkah saya.
Lagi enak-enak tidur di perjalanan, saya terbangun karena ingin pipis, lantas sampai di sebuah pom bensin, hingga akhirnya bertemu sekuriti ini. Berarti barangkali saya harus berbicara dengannya. Sekuriti ini barangkali “target operasi” dakwah hari ini. Bukan jadwal setelah ini. Demikian saya membatin.
“Ok, nanti setelah dari toilet ya,” jawab saya pada sang satpam.

“Jadi, gimana? Bosen jadi satpam? Emangnya nggak gajian?” tanya saya membuka percakapan. Saya mencari warung kopi, untuk bicara-bicara dengan beliau ini. Alhamdulillah ini pom bensin bagus banget. Ada minimart-nya yang dilengkapi fasilitas ngopi-ngopi ringan.
“Gaji mah ada, Ustadz. Tapi masak gini-gini aja nasib saya?”
“Gini-gini aja itu karena ibadah Bapak juga gini-gini aja. Disetel bagaimanapun, agak susah merubahnya.”
“Wah, ustadz langsung nembak aja nih.”
Saya meminta maaf kepada sekuriti ini umpama ada perkataan saya yang salah. Tapi umumnya begitulah manusia. Rezeki mau banyak, tapi kepada Allah tidak mau mendekat. Rezeki mau bertambah, tapi ibadah tidak mau ditambah. Dari dulu tetap begitu-begitu saja.
“Sudah shalat ashar?”
“Barusan, Pak Ustadz. Soalnya kita kan tugas. Tugas juga kan ibadah, iya nggak? Ya saya pikir sama saja.”
“Oh, jadi nggak apa-apa telat, ya? Karena menurut Bapak, kerja Bapak adalah juga ibadah?”
Sekuriti itu tersenyum meringis. Mungkin ia jujur mengatakan demikian. Mungkin juga tidak. Artinya, sekuriti itu bisa benar-benar menganggap pekerjaannya sebagai ibadah. Namun bisa juga tidak. Anggapan pekerjaan sebagai ibadah cuma sebatas ucapan saja. Lagi pula jika menganggap pekerjaan-pekerjaan kita adalah ibadah, maka apa yang kita lakukan di dunia ini semuanya juga ibadah kalau kita niatkan sebagai ibadah.
Tapi, hal itu ada syaratnya. Apa syaratnya? Yakni kalau ibadah wajib dijadikan prioritas nomor satu. Kalau ibadah wajibnya dijadikan prioritas nomor tujuh belas, tentu adalah bohong belaka jika menganggap pekerjaan sebagai ibadah. Lantas, apakah kita tidak boleh meniatkan pekerjaan sebagai ibadah? Tentu saja boleh! Bahkan bagus sekali, bukan hanya boleh. Tapi kemudian kita umpamakan demikian. Suatu saat, kita menerima tamu, kemudian Allah datang. Artinya kita menerima tamu, tepat ketika waktu shalat tiba. Kemudian kita abaikan shalat. Kita abaikan Allah. Nah, apakah demikian masih pantas pekerjaan kita disebut sebagai ibadah? Apalagi kalau kemudian hasil pekerjaan dan usaha, hanya sedikit yang diberikan kepada Allah daripada untuk kebutuhan-kebutuhan kita sendiri. Tampaknya, kita perlu memikirkan kembali ungkapan “pekerjaan sebagai ibadah.”

Muslim Manga

Bismillah.
Assalamu'alaikum!!

Mas-mas atau mbak-mbak yang hobi baca, mungkin ada yang hobi banget baca komik. Ada yang koleksi sampai berseri-seri, ada yang cuman minjem temen, atau bahkan cuman baca di tokonya. Ya kan? Ngaku?!
Hehehee. Pisss gan! :D

Minggu, 18 Maret 2012

Bruno Mars ft. Pocong

Bismillaah.
Assalamu'alaikuum :D


Agan & sista pasti sudah sering mendengar video Lazy song yang berikut ini kan?



Hahahaa, ini salah satu kaporit favorit ane, gan! :D
Udah yang nyanyi mirip, gerakannya? Apalagi itu!! Miriiip banget >,<
Yang membuat lucu lagi, liriknya yang dua versi itu lhoo. Indonesia campur jawa.
Pertama denger, ngakak deh. Hehee

Mungkin karena ane orang jawa, jadi paham maksudnya. Kalau orang yang nggak tahu bahasa jawa gimana ya? Heehee
Yang jelas, terhibur juga laaah. :)
Karena menurut saya KEREN!! du jempol buat tim kreatifnya ^v^


Ngomong-ngomong soal video itu, ane nemu video yang serupa gan.
Iseng-iseng cari di youtube. Eh, ternyata ada video yang nge-lipsing lagunya Bruno Mars ft. Ayu ting-ting itu.  Kreatif juga kan? :D

video ini, dibuat oleh temen-temen SMA lhooh. Kelas Xi Ipa 2. Tapi sayangnya ane nggak tahu SMA mana. Soalnya nggak dicantumkan disitu. Mungkin ada yang tahu? Hehee

Video ini berbeda dengan yang ada di TV. Bedanya, mereka kasih judul video buatan mereka : Bruno Mars ft. Pocong!! Nha lho?!

Sabtu, 17 Maret 2012

Harga 1 jam Ayah

 "Everyone wants to be understood
but, is anyone trying to understand?"
-I not Stupid too-



Dad, can I talk to you?

Assalamu'alaikuuum.
Kemarin ane dapat info dari sepupu, ada film bagus tentang pendidikan.
Yep, judulnya "I not Stupid too" atau "I not Stupid 2"

Lho? Kok 2? Beraarti ada yang 1 dong?"

 Jelas. :)
Film ini adalah film lanjutan dari "I not Stupid" yang dirilis pada tahun 2002. Tapi, bisa dikatakan bukan lanjutan juga sih. Karena walaupun pemerannya sama, tapi namanya berbeda. hehe.







Bentar, bentar gan,
I not stupid? Perasaan ada yang aneh..
Bukannya "I'm not Stupid" ya?

Heheeeee, memang sih terdengar aneh. Soalnya film ini dari Singapura gan!
Jadi bahasa inggrisnya ala Singapura gitu. Hehee..
Film ini disutradarai oleh Jack Neo dan dirilis pada tahun 2006.

"Seperti biasanya, kami  memilih diam mendengaran ocehan Mama.. Karena ia takkan sempat mendengar kata-kata kami.", kata Jerry.

Mungkin inilah sebagian permasalahan yang ada dalam film ini.

Film ini berkisah tentang sebuah keluarga kaya di Singapura. Tokoh utamanya adalah Tom dan Jerry
(Waduuh? udah kaya film kartun aja nih. Hehee)
"Apa kau benar-benar yakin aku hamil?"
Mereka adalah kakak beradik. Jerry (diperankan oleh Ashley Leon) adalah anak SD yang masih poloooooooos sekali. Karena tingkahnya yang begitu polos, penonton seringkali dibuatnya kram perut (ketawa maksudnya. hehee)

Menurut ane, yang paling lucu adalah ketika Jerry mengira bahwa teman perempuannya (aku lupa namanya =n=a) benar-benar hamil karna perbuatannya. Mereka berdua bahkan sempat datang ke dokter kandungan untuk memeriksakannya. wkwkkwkw XD

Haaah? Ada cerita hamil segala gan?!




"NIlai Jelek", Apa Responmu?

Saat tahu bahwa anak mendapat nilai jelek, ada 2 pilihan untuk meresponnya:

A. Respon negatif seperti:
"Kok bisa?!"
"Kamu gak belajar ya?!!"
"Percuma mama/papa ngikutin kamu les!"
atau bahkan
"Kamu b*d*h!" (naudzubillaaah ><)










atau